Kegagalan Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala AFC U-23 Dan Kesempatan Untuk Berbenah Menuju Sea Games 2019 /*binggg*/

Advertisement

Kegagalan Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala AFC U-23 Dan Kesempatan Untuk Berbenah Menuju Sea Games 2019

Thursday, March 28, 2019


vnexpress


Timnas Garuda Muda Indonesia harus merelakan tiket AFC U-23 2020 karena menelan 2 kekalahan di babak kualifikasi AFC U-23 yang berlangsung di Vietnam. Ini merupakan pukulan keras bagi Timnas Garuda Muda karena mereka baru saja menjuarai piala AFF U-22 setelah mengalahkan Thailand  2-1 untuk ke unggulan Timnas Indonesia di partai final Selasa, 26 Februari 2019.

Banyak spekulasi mengatakan kegagalan timnas garuda muda disebabkan masuk nya pemain seperti Saddil Ramdhani dan Egy Maulana Vikri yang justru membuat performa Timnas Indonesia U-23 kurang padu. Saddil Ramdhani dan Egy Maulana Vikri yang baru saja masuk ke skuad Timnas Indonesia U-23 setelah Timnas Indonesia menjuarai piala AFF U-22 yang berlangsung di Kamboja.

Secara kualitas Saddil dan Egy adalah pemain yang sangat bagus. Egy yang bermain di eropa untuk team Lechia Gdańsk  klub asal Polandia menjadi nilai plus bagi Egy, Saddil yang juga bermain di luar negeri  Pahang FA klub asal Malaysia membuat keduaya tidak mendapatkan izin untuk bergabung ke Timnas Indonesia U-22 pada perhelatan AFF di Kamboja. Persiapan yang mereka lakukan terbilang singkat untuk menyatu dengan tim yang sudah dibentuk Indra Sjafri sejak awal tahun belum cukup. Chemistry yang belum terbangun dengan kuat membuat kedua pemain ini tidak dapat bermain apik pada saat laga berlangsung.

Indonesia 0 - 4 Thailand

Susunan Pemain
Awan, Andy, Irianto, Friza, Asnawi, Luthfi, Zola, Egy, Osvaldo, Saddil, Wanewar

Pada laga awal Indonesia U-23 langsung berhadapan dengan Thailand U-23, di laga ini Indonesia bermain full team menggunakan 2 pemain bintang yang baru saja bergabung yaitu Egy dan Saddil, menggunakan formasi 4-3-3 Saddil dan Edy berada di sisi kiri, Osvaldo dan Zola bermain di sisi kanan lapangan. Entah apa yang terjadi permainan Indonesia U-23 seakan takut melakukan duel di lini tengah  sehingga banyak terjadi kesalahan pada passing passing pendek. Indonesia terus ditekan pada babak pertama. Osvaldo banyak membuang peluang emas di depan gawang sementara Saddil dan Egy terus melakukan kesalahan passing dan sering terlihat kehilangan bola. Wanewar yang tidak mendapatkan umpan bola matang tidak dapat berbuat apa apa, bahkan ia sesekali terlihat turun ke bawah lapangan pertahanan  Indonesia untuk menjemput bola. Dibabak pertama Indonesia harus tertinggal  0 - 1, di babak ke 2 permainan tidak berubah Indonesia yang berusaha menyerang malah kehilangan keseimbangan pertahanan, penjagaan ketat Thailand terhadap juru gedor Indonesia membuat pemain seperti Wanewar, Osvaldo dan Egy tidak dapat berbuat apa apa, 0 - 4 menjadi hasil akhir Indonesia U-23 vs Thailand U-23.

Vietnam 1 - 0 Indonesia

Pada laga ke-2 kualifikasi AFC-U23 Indonesia sedikit melakukan perubahan Witan dan Sani di mainkan sejak menit awal laga. Di babak pertama Indonesia dapat mengimbangi permainan Vietnam, Indonesia dapat bermain lebih tenang namun masih sering kehillangan bola. Osvaldo yang naik turun pertahanan Indonesia sering membuat pelanggaran saat menghadang pemain lawan, banyak pelanggaran terjadi di depan gawan Indonesia, 45 menit laga awal berakhir dengan skor kaca mata 0 - 0 untuk ke dua team. Pada babak ke 2 Egy belum juga dapat menunjukan permainan terbaik nya, penjagaan terhadap dirinya membuat ia tidak dapat berbuat apa apa, pada akhir laga pertahanan berlapis Indonesia harus jebol juga melalui tendangan pojok dan skor akhir 1 - 0 untuk keunggulan Vietnam.

Indonesia 2 - 1 Brunei

Pada laga ke 3 kualifikasi AFC U-23 Indonesia yang sudah dipastikan tidak lolos karena pada laga sebelum nya Indonesia kalah melawan Vietnam. Pada laga ini Indonesia yang diharapkan dapat mengalahkan Brunei dengan banyak gol malah terlihat kesulitan menembus pertahanan permainan lawan. Pada paruh pertama laga Indonesia hanya dapat mencetak 1 gol. Pada babak ke 2 Indonesia yang berhasil menggandakan ke unggulan malah harus kehilangan sang kiper kerena menjegal pemain lawan didalam kotak pinalti dan terkena kartu merah, Dimas Drajad harus menjadi kiper dadakan Indonesia karena kuota pergantian pemain telah habis,Dimas Drajad yang berubah posisi menjadi kiper gagal menepis bola sepakan pinalti pemain Brunei dan skor menjadi 2 - 1, sebelum laga berakhir Indonesia kembali membuat kesalahan  melalui Egy yang melanggar pemain lawan di kotak pinalti, Brunei pun mendapat tendangan pinalti ke 2 di akhir laga. Namun beruntung sang kiper dadakan Indonesia Dimas Drajad mampu menepis tendangan pinalti lawan dan membuat skor 2 - 1 bertahan sampai akhir laga. Hal ini menjadi hiburan bagi Garuda Muda Indonesia karena dapat memenangkan 1 laga, namun menjadi pertannyaan bagi semua pihak, apa yang sedang terjadi pada Garuda Muda Indonesia ?

Hasil buruk pada kualifikasi AFC U23 ini diharapkan menjadi ajang berbenah bagi skuat Timnas U-23 Indonesia.

Sea Games 2019 adalah ajang yang sangat dinanti nanti bagi para pencinta sepakbola Indonesia, banyak yang berharap Indonesia dapat menjuarai ajang ini. Mari kita doakan Timnas Indonesia U-23 dapat bermain lebih baik lagi pada laga selanjutnya.